Jumat, 20 Juni 2014

Pengertian Moshing dan Macam-Macam Moshing

Moshing adalah tarian khas untuk menikmati genre musik yang agresif, seperti hardcore punk dan heavy metal. Di tahun 2000an, macam moshing makin banyak, seperti Thrashing, atau lebih yang ekstrem Wall Of Death, dan biasanya dilakukan di area depan panggung yang disebut sebagai moshpit atau simply pit. Dalam Wall Of Death, peserta diarahkan menjauh dari pusat kawasan berdiri atau bisa dikatakan membelah menjadi dua area oleh anggota band, kemudian setelah band memainkan awal lagu berikutnya, kedua belah pihak tegak lurus ke tahap sprint satu sama lain dan bertabrakan di tengah. Moshing dipandang sebagai bentuk umpan balik positif atau ekspresi kesenangan, ini juga kritik atas alam yang berbahaya. Cedera dan beberapa kematian telah dilaporkan. Namun, secara umum sepakat bahwa moshers tidak berusaha untuk menyakiti satu sama lain, dan bahwa mereka telah sepakat mengikuti “etiket moshing” tak tertulis.

Menurut sejarah dan etimologinya, istilah Mosh mulai dipakai di scene hardcore punk pada awal 1980-an di Washington DC, Amerika, mulanya tarian ini sering dieja mash di beberapa fanzines dan catatan catatan liner, namun waktu itu kata mosh belum diucapkan, seperti pada tahun 1982 lagu “Total Mash” oleh band hardcore, Scream. Kemudian karena aksen pengucapan kata orang-orang Jamaika, para penggemar kala itu mendengar ini sebagai gantinya mosh. Pada 1980-an, istilah Mosh muncul di media cetak dengan ejaan saat ini. Adalah Anthrax yang waktu itu menggunakan istilah dalam lagu mereka “Caught In Mosh”, kata itu sudah menjadi andalan di scene hardcore dan thrash. Melalui kesuksesan mainstream band-band seperti Anthrax, Nirvana dan The Melvins, istilah Mosh menjadi makin populer. Slam dance, dapat ditelusuri kembali ke tahun 1970-an, punk rock menunjukkannya dalam bentuk Pogo tersebut. Slam dance selama gelombang pertama punk Amerika dan Inggris pada tahun 1977 ditandai oleh stage diving, frenetic jumping, dan chaotic motion. Pogo dan slam dance keduanya merupakan bagian dari gerakan punk saat ini, dan berkembang menjadi bentuk yang lebih keras dan ekstrim, yaitu moshing, sebagai gelombang pertama punk died out dan memberi jalan untuk subkultur hardcore punk yang muncul pada akhir 1970-an dan awal1980-an. Tarian pertama yang diidentifikasi sebagai moshing mungkin berasal di Orange County, California, selama gelombang pertama hardcore Amerika. Contoh ini moshing awal dapat dilihat dalam film dokumenter Urban Struggle, The Decline of Western Civilization, dan American Hardcore, serta beberapa footage dari beberapa show di era tersebut. Menurut cerita, Mike Marine, former dari U.S Marine dan bintang The Decline of Western Civilization, slam dance dilakukan pertama pada tahun 1979. Marine menciptakan sebuah versi vicious dari punk dancing. Dia menghancurkan wajah sialan siapa saja yang akan mendekatinya-khususnya beberapa Hippie, menghajar siapa saja yang bisa dilumatkan. Versi lebih ganas segera diekspor ke San Francisco dan Bay Area scene punk, di mana pogoing masih bentuk lazim sebuah tarian. Dari sana, menyebar ke pantai timur Amerika Serikat melalui musisi hardcore tur seperti Bad Brains, Henry Rollins dan juga MacKaye, setelah menyaksikan HB Strut saat travelling. Slam dance juga menjadi populer di perkembangan scene crossover thrash. Berikut adalah macam-macam moshing:

 ® POGO DANCE Pogo merupakan gerakan melompat ke atas dan ke bawah, sambil tetap di lokasi yang sama. Pogo dance sering dilakukan oleh pemain dan penonton pada pertunjukan punk rock. Pogo Mob adalah sebuta untuk sekelompok orang yang melakukan pogo dance pada gigs punk. Ini adalah cikal bakal dari "mosh pit".

® STAGEDIVING Stage diving adalah melompat dari panggung ke kerumunan crowd. Jika crowd padat biasanya orang yang melakukan stage diving akan tertahan oleh orang yang dibawahnya dan malakukan CROWD SURFING (bergerak diatas dari orang ke orang). Walaupun terlihat konfrontatif dan Ekstrim, stage diving sering dilakukan di setiap acara hardcore punk.

® HEADBANGING Gerakan menghentakkan kepala keatas dan kebawah yang mengikuti tempo dan ritme musik. Biasanya headbanging dilakukan pada musik rock dan heavy metal.

® SKANKINGDANCE Skanking terdiri dari gerakan kaki mengikuti irama musik dengan posisi badan membungkuk sambil mengayunkan siku kiri dan kanan. Skanking sering dipraktekkan dalam musik ska, ska punk, hardcore punk, reggae, grime, dub, dubstep dan musik lainnya.

® CIRCLEPIT Crowd yang bergerak berlarian membentuk lingkaran biasanya berlawanan arah jarum jam. Dapat juga dilakukan dengan gerakan Skank dance. Circle pit dimulai oleh beberapa orang sebagai tanggapan terhadap kecepatan musik dan irama. Gerakan ini konon di ambil dari semangat ritual suku indian dikala memanggil hujan.

® HEADWALK/STEPAHEAD Berlari dari panggung lalu melompat dan mencari pijakan untuk melangkah dari kepala satu ke kepala berikutnya.

® WALLOFDEATH Sebelum musik dimulai crowd terbagi menjadi 2 bagian, yaitu kanan dan kiri dengan batas jarak beberapa meter yang dikosongkan. Dan begitu musik mulai dimainkan, crowd yang terpisah akan langsung berlari dengan kecepatan yang tinggi ke tengah-tengah dan saling menyatu dengan crowd yang lainnya. Gerakan ini di artikan tentang simulasi bentrok antara demonstran dan aparat keamanan yang saling menyerang di tengah aksi demonstrasi. HARDCORE DANCE:

* 2-Step Yaitu gerakan menggerakan kaki kebelakang-kedepan secara menyilang dan mengayunkan tangan seirama dengan musik, seperti skanking dance.

* BACKWARD KICKS / SPIN KICKS Gerakan menendang sambil berputar gerakan ini pun di kenal juga dengan sebutan KUNGFU DANCE.

Avenged Sevenfold Hidupkan Lagi The Rev! Dalam sebuah game


Avenged Sevenfold Hidupkan Lagi The Rev! 
Avenged Sevenfold terus memberikan gebrakan. Bukan lewat musik lagi, namun lewat dunia game bernama Hail To The King: Deathbat.
Dirilis pada tahun lalu, game adventure ini terus mendapatkan update software. Baik untuk storyline maupun untuk visualisasi.
Nah, selain menampilkan beberapa album mereka seperti Aferlife, Nightmare dan Bat Country, untuk update kali ini AX7 bakal menambahkan satu karakter lain. Tak lain tak bukan adalah mendiang The Rev.
Mantan drummer yang meninggal dunia pada 2009 lalu dihidupkan untuk dilibatkan dalam game ini. "Atas izin kedua orang tuanya, The Rev kami libatkan dalam game ini," ungkap sang vokalis, M Shadows.
"Sekali Anda membuka karakternya, Anda bisa menggunakannya sebagai bala bantuan untuk semua level," tambahnya.

sumber: http://hai-online.com

Sejarah Genre Grindcore

Grindcore (sering di singkat menjadi grind) adalah sebuah lairan musik yang muncul pada awal hingga pertengahan 1980-an. Musik ini adalah gabungan dari beberapa musik ekstrem: death metal, musik industrial, musik bising, dan beberapa variasi hardcore punk. Walaupun gaya musiknya yang amat sangat tidak disukai, pengaruh grindcore menyebar ke pelosok dunia musik, terutama power violence, avant-garde jazz, musik industrial yang sangat komersil dan genre-genre nu metal. Ciri-ciri grindcore adalah: gitar dengan distorsi tebal, gitar dengan stem yang rendah, tempo yang cepat, vokal yang dinyanyikan dengan terikana tinggi dan geraman rendah (hampir mirip dengan crust punk), lirik yang biasanya bertemakan dari sosial dan politik (Napalm Death), kematian dan darah (Carcass) dan humor (Anal Cunt), dan blast beat. Lagu-lagu grindcore pada umumnya pendek, dan berdurasi tidak lebih dari 2 menit (beberapa sering juga amat panjang).

Akar sejarah dan pengaruhnya

1980s

Genre musik ini berkembang selama pertengahan tahun 80-an di Inggris oleh Napalm Death, selanjutnya di ikuti oleh teman sejawatnya dari Inggris Carcass, Terrorizer dari Amerika dan Agathocles dari Belgia. Nama "grindcore" diperkirakan di ucapkan oleh mantan drummer Napalm Death, Mick Harris. Ketika di tanya tentang istilahnya, dia mengatakan sebagai berikut:

Grindcore came from "grind", which was the only word I could use to describe Swans after buying their first record in '84. Then with this new hardcore movement that started to really blossom in '85, I thought "grind" really fit because of the speed so I started to call it grindcore.

Grindcore berasal dari "grind", yang merupakan satu-satunya kata yang saya bisa gunakan untuk menggambarkan Swans setelah membeli rekaman pertama mereka di tahun 1984. Kemudian dengan gerakan ini hardcore baru yang mulai benar-benar berkembang di tahun 1985, saya pikir "grind" benar-benar fit karena kecepatan jadi aku mulai menyebutnya grindcore. 




Gaya Musikal

Stem gitar nada rendah

Vynil side A dari debut Scum Napalm Death, di set standard tuning sementara di side B gitars distem dengan nada rendah menjadi 2½ steps. Album kedua mereka dan Mentally Murdered EP di stem menjadi C#. Harmony Corruption, penawaran ke tiga mereka, d stem tinggi menjadi a D. Sahabat grindcore Carcass juga merendahkan nadanya - khususnya a B. Bolt Thrower lebih merendahkan nadanya dari Carcass, menjadi 3½ steps down (A). Godflesh, awalnya memainkan grindcore scene, salah satu stem mereka B atau C sharp.

Lagu-lagu berdurasi pendek

Salah satu karakteristik dari grindcore dan genre-genre yang berhubungan adalah lagu yang berdurasi pendek (microsong); lagu berakhir dengan cepat. Pada tahun 2001, the Guinness Book of World Records Brutal Truth mencatat rekor "Video Musik Terpendek" untuk "Collateral Damage" pada tahun 1994, lagu berdurasi hanya 4 detik. Pada tahun 2007 Napalm Death mencatat rekor terbaru untuk video "You Suffer" sebagai "Video Musik Terpendek" hanya berdurasi: 1.3 detik.

Tema Lirikal

Lagu-lagu selalu bertemakan anti-rasisme, feminisme, anti-militerisme, dan anti-kapitalisme. Grup Grindcore lain seperti Carcass bertemakan seputar pembusukan mayat dan darah. Karya-karya Carcass kadang-kadang di identifikasikan sebagai asal muasal goregrind, yang selalu menampilkan tema-tema jasmaniah.

Warisan

Walaupun genre non-komersil yang sengaja dibuat, pengaruh grindcore dengan cepat menyebar melalui Hardcore punk dan dunia metal.
  • Power violence, lebih metal ketimbang grindcore, meskipun demikian, tetap terpengaruh oleh banyak band-band sebelumnya.
  • Band Industrial metal seperti Fear Factory telah menyebutkan bahwa kita berhutang kepada genre ini selama bertahun-tahun.
  • Beberapa band nu metal juga menyatakan pengaruh style permainannya: Wes Borland gitaris Limp Bizkit seorang fans berat Carcass.
  • Chris Fehn percussionis Slipknot's #3, juga mengatakan Carcass memengaruhi style pada bandnya.
  • The Panacea, seorang musisi breakcore terkenal, menyatakan dirinya sebagai "the digital version of Napalm Death"
  • Andrew W.K. sering membicarakan dengan antusias tentang kecintaannya terhadap Napalm Death.
  • Mantan gitaris Napalm Death, Justin Broadrick, berkarier memainkan industrial metal bersama Godflesh.
  • Mick Harris, dalam proyek post-Napalm Scorn, dengan singkat mengeksperimenkan gaya ini.

Sejarah Singkat Genre Metalcore

Metalcore bukanlah merupakan fusion/gabungan dari Hardcore dan Metal melainkan hanyalah turunan dari genre Hardcore yang terinfluence genre Metal. sehingga genre ini sendiri tidak termasuk dalam subgenre Metal. Genre ini muncul belakangan pada era 2000'an tapi sudah menunjukkan ciri-cirinya melalui band-band seperti Deadguy, Earth Crisis dan Intergrity sejak era 90'an. Metalcore sendiri adalah nama yang dibuat oleh media, genre ini dulunya dikenal dengan nama Metallic-Hardcore.
Musik metalcore memiliki ciri khas berupa gitar dituining drop D sampai C, menggunakan hardcore scream dan death growl (juga didampingi clean vocal pada band-band sekarang), penggunaan Breakdown dan Biasanya bassist mengikuti gitar rhythm. Dilihat dari penggunaan Breakdown (ciri khas musik Hardcore) ini maka dapat dipahami bahwa Metalcore akarnya dari Hardcore bukan Metal.
Band-band metalcore di dunia antara lain Avenged Sevenfold, Shadows Fall, Asking Alexandria, Killswitch Engage, All That Remains, Darkest Hour, God Forbid,Unearth, Burnt By The Sun, Heaven Shall Burn, Caliban, Maroon, Mendeed, Trivium dan sebagainya.
pada perkembanganya metalcore juga membuahkan sub-genre yaitu Mathcore (contoh;The DIllinger Escape Plan, Psyopus, Coalesce, Ion Dissonance dsb) dan Deathcore (contoh;Job For A Cowboy, The Red Chord, Animosity, Trigger The Bloodshed dsb).

Headbanging, Moshing, Stage Diving & Crowd Surfing

1.Headbanging
headbanging adalah adalah jenis tarian yang melibatkan kekerasan, menggelengkan kepala beriringan dengan musik gerakan mengayun-ayunkan kepala sambil mendengarkan musik yang biasanya adalah musik musik keras seperti heavy metal, death metal, trash, rock, dan sejenisnya (belum pernah liat orang headbanging pake musik melayu, najis pastinya). istilah “Headbanger” diciptakan saat tur pertama Led Zeppelin AS pada tahun 1969. Selama pertunjukan di Boston Tea Party, penonton anggota di baris pertama membenturkan kepala mereka terhadap panggung seirama dengan musik. yang jelas headbanging itu lebih asik dari pada baca buku pelajaran.
Ada berbagai gaya headbanging. Berbagai gaya sering dicampur bersama-sama sesuai selera dan tempo dan berat musik. Mereka juga dapat melakukan dengan mata tertutup atau kombinasi dg gerakan tangan seperti tanda tanduk, bernyanyi, berteriak, dan sinkronisasi bibir. Headbangers biasanya nge-bang dengan kepala, mengurangi ketegangan pada leher dan membuat gerakan tubuh dalam mode, serpentin up-dan-down untuk musik. Ada sejumlah sikap yang berbeda Headbanger bisa diadopsi, dari sikap yang luas dengan satu kaki jauh di depan daripada yang lain untuk kaki lebar untuk kedua sisi. Sikap yang dipilih biasanya ditentukan untuk mendapatkan dasar terbaik bagi Headbanger untuk menjaga keseimbangan dan menghindari terjatuh.
Ada beberapa jenis head banging diantaranya :
1. The Up And Down : jenis headbanging yang sering di gunakan dengan mengayunkan kepala keatas dan kebawah.
2. Circular Swing (WindMill) : gerakannya mengayunkan kepala tetapi dengan berputar sehingga akan terlihat seperti kipas.
3. The Whip : Hampir mirip dengan Windmill perbedaannya ada sedikit gerakan naik turuk dari seluruh badan sementara kepala tetap mengayun berputar
4. Drunk Style : Kepala mengayun secara tak menentu, gerakannya seperti orang mabuk.
5. Side To Side : Gerakan mengayun kepala dari kiri ke kanan atau sebaliknya.
6. The Whiplash : Gerakan Mengayun dari atas kebawah tapi dengan kecepatan penuh sehingga wajah si headbanger menjadi terlihat kabur.
Tapi headbanging di isukan memiliki efek yang buruk karena beberapa kasus headbanging mengakibatkan stroke, patah tulang leher, lecetnya pelipis mata, sakit kepala, yah itu sih urusan yang sakit yang penting selagi kalian sehat lakukan headbanging secukupnya aja jangan terlalu bernafsu, apalagi bergairah……
gerakan mengocok kepala ke atas dan bawah pada musik Rock dan Heavy Metal yang disebut Headbanging ternyata berbahaya. Kelihatannya memang asyik dan seru untuk dipraktekkan, namun akibat yang ditimbulkan bukan main-main. Stroke dan cedera leher berat adalah beberapa dampak yang pasti dialami penggemar Headbanging.
Headbanging sendiri dibagi dalam beberapa macam gerakan. Seperti memutar searah, kiri dan kanan, setengah badan, full body dan atas bawah. Yang lebih gawatnya, yang melakukan Headbanging bukan cuma para musisi namun juga para fans juga ikut-ikutan ber Headbanging ria. Padahal, gerakan mengocok kepala itu bisa mengakibatkan luka serius pada kepala dan leher.
Penelitian yang dilakukan oleh Dr Andrew McIntosh, pakar biomedical and injury di University of New South Wales, Sydney, Australia. Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa rata-rata lagu headbanging mempunyai tempo 146 beats per menit (bpm). Bahkan ada yang diatas 180 bpm. Hali itu dapat menyebabkan kepala pusing, terutama dengan gerakan 75 derajat ke atas dan bawah.
Sementara itu, risiko cedera leher dimulai saat tempo 130 bpm. Sebab, beats tersebut sudah melampaui limit toleransi manusia. Pantas saja headbanging di atas tempo 130 bpm dapat menyebabkan stroke.
Melihat betapa berbahayanya gerakan kocok kepala itu, McIntosh mewanti-wanti para headbangers. Mereka mengidentifikasikan terjadinya luka traumatik pada otak yang disebabkan headbanging. Mereka bahkan mengeluarkan peringatan ke publik luas mengenai headbanging ini layaknya peringatan merokok. saking gencarnya pesan itu, sampai muncul bahan bercandaan. Kalau memang ngotot ingin headbanging, lebih baik memakai neck braces alias penyangga leher yang bermanfaat untuk mencegah terjadinya luka.

2.MOSHING
Moshing mengacu pada tindakan di mana penonton pada pertunjukan musik saling menabrak satu sama lain bertujuan untuk hiburan. Hal ini paling sering dikaitkan dengan konser yang menampilkan genre musik yang lebih agresif, seperti hardcore punk.
Moshing terutama terjadi pada pertunjukan live, meskipun dapat dilakukan untuk rekaman musik. Dalam, tahun 2000-an banyak variasi moshing yg ada, seperti “menjerit,” atau terasa lebih ekstrim “Wall of Death” dan biasanya dilakukan di suatu area di depan panggung yang disebut sebagai mosh pit atau hanya lubang.
Di antara para musisi pertama publik yg mempermasalahkan moshing adl penyanyi punk lama dan penulis lagu Ian MacKaye, pendiri Dischord Records, vokalis untuk band mani seperti Minor Threat, dan promotor awal dari gaya hidup straight edge. Dimulai pada akhir 1980-an, selama waktu dengan Fugazi, MacKaye menjadi terkenal karena oposisi untuk “menari kekerasan” di pameran (walaupun memiliki pergi dalam catatan telah melakukannya selama tahun 1981 kinerja Takut Halloween di Saturday Night Live).
Pada 1990-an, band seperti The Smashing Pumpkins juga mengambil sikap terhadap moshing, berikut beberapa insiden terutama tragis. Pada acara Pumpkins 1996 di Dublin, Irlandia, 17 tahun Bernadette O’Brien hancur oleh anggota kerumunan moshing dan kemudian meninggal di rumah sakit, meskipun peringatan dari band yang orang terluka. Singer Billy Corgan adalah terdengar pada waktu lain di atas panggung mengatakan atas nama band-nya:
“Saya hanya ingin mengatakan satu hal kepada Anda, Anda muda, kuliah lughead-jenis. Aku sudah ‘orang-orang seperti Anda sluggin’ watchin sekitar orang lain selama tujuh tahun. Dan kau tahu apa? Ini omong kosong yang sama. Aku ingin kau mengerti bahwa di lingkungan seperti ini, dan dalam pengaturan seperti ini, itu cukup pantas dan tidak adil ke seluruh orang di sekitar Anda. Aku, dan kami, publik mengambil sikap.
Dalam insiden lain, Jessica Michalik meninggal karena sesak napas setelah hancur dalam mosh pit selama festival 2001 Australia musik Big Day Out. Temuan koroner ke dalam kematiannya mengkritik tindakan kerumunan mengontrol digunakan pada saat itu, dan juga mengkritik vokalis Limp Bizkit Fred Durst untuk “mengkhawatirkan dan inflamasi” komentar selama upaya penyelamatan.
At The Drive-In juga mulai berbicara menentang slam menari di pameran mereka, dan mereka frontman Cedric mulai menjadi terkenal karena berteriak-teriak anti-mosh pada Hari Big Out 2001 kejadian di mana dia mengembik di kerumunan orang seolah-olah mereka domba
band lainnya telah menyatakan berbagai tingkat ketidaksetujuan tentang lubang mosh. Mike Portnoy, ex drummer dan pendiri Dream Theater dan drummer saat Avenged Sevenfold, dalam sebuah wawancara yang dipublikasikan di situsnya, mosh pits digambarkan sebagai “masalah”

3. STAGE DIVING
STAGE DIVING adalah tindakan melompat dari panggung konser ke kerumunan di bawah. Hal ini sering pendahulu kepada orang banyak surfing.
Awalnya dilihat sebagai konfrontatif dan ekstrim, stage diving telah menjadi umum di hardcore punk dan Metal Thrash pertunjukan. Banyak musisi telah membuat stage diving bagian dari aksi panggung mereka. Iggy Pop sering mempopulerkan stage diving dalam musik rock mereka.
Tahap menyelam dapat menyebabkan cedera serius. Salah satu contoh adalah ketika Peter Gabriel tahap Kejadian menyelam selama akhir lagu mereka “The Knife”, mendarat di kakinya, memecahkan mata kakinya.

4. CROWD SURFING
Crowd Surfing menggambarkan proses di mana seseorang yang melintas di atas dari orang ke orang selama konser, memindahkan orang dari satu bagian tempat yang lain. Crowd surfer dilewatkan di atas kepala semua orang, dengan tangan semua orang yang mendukung berat badan seseorang. Pada kebanyakan konser dan festival para surfer orang akan dilewatkan ke arah penghalang di depan panggung oleh orang banyak, di mana mereka akan ditarik dari dan diletakkan di kaki mereka oleh penjaga keamanan. Kemudian, mereka akan dikirim kembali ke samping atau belakang kerumunan pada akhir penghalang atau mereka dapat keluar dari tempat (tergantung pada kebijakan diberlakukan).